Rabu, 11 Juli 2018

5. Pusat Pertanggungjawaban Laba & Investasi



PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN LABA & INVESTASI
Pusat Laba
Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja finansialnya diukur dalam ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan pihak manajemen senior dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif dibandingkan harus menggunakan beberapa indikator. Keberadaan suatu pusat laba akan relevan ketika perencanaan dan pengendalian laba mengaku kepada pengukuran unit masukan dan keluaran dari pusat laba yang bersangkutan.
1.      Pertimbangan Umum.
Suatu organisasi fungsional adalah organisasi dimana fungsi produksi atau pemasaran utama dilakukan oleh unit organisasi yang terpisah.Ketika suatu organisasi diubah menjadi organisasi dimana setiap unit pertama bertanggungjawab baik atas produksi maupun pemasaran, maka proses ini disebut dengan istilah divisionalisasi.
a)      Kondisi– kondisi dalam mendelegasikan tanggungjawab laba.
     Banyak keputusan manajemen melibatkan usulan  untuk  meningkatkan bebandengan  harapan bahwa hal itu akan menghasilkan peningkatan yang lebih besar dalam pendapatan penjualan. Keputusan ini disebut sebagai pertimbangan biaya/ pendapatan(expense/revenue.trade-off).Untuk mendelegasikan keputusan trade-off semacam ini dengan aman ketingkat manajer yang lebih rendah, maka ada dua kondisi harus dipenuhi yaitu,
1. Manajer harus memiliki akses ke informasi relevan yang dibutuhkan dalam membuat keputusan serupa.
2. Harus ada semacam cara untuk mengukur efektivitasnya suatu trade-off yang dibuat oleh manajer.
b)      Manfaat Pusat Laba.
      Menjadikan unit organisasi sebagai pusat laba dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1.      Keputusan operasional dapat dilakukan lebih cepat karena tidak memerlukan pertimbangan dari kantor pusat.
2.      Kualitas keputusan cenderung lebih baik, karena dilakukan oleh orang yang benar-benar mengerti tentang keputusan tersebut.
3.      Manajemen kantor pusat bebas dari urusan operasional rutin dan bias lebih focus pada keputusan yang lebih luas.
4.      Kesadaran laba (Profit Consciousness) lebih meningkat pada manajer pusat laba,karena ukuran prestasinya adalah laba.
5.      Pengukuran prestasi pusat laba lebih luas daripada hanya pengukuran pada pusat pendapatan dan pusat biaya yang terpisah.
6.      Manajer pusat laba lebih bebas berkreasi.
7.      Dapat difungsikan sebagai pusat atau sarana pelatihan yang handal, karena pusat laba hampir sama dengan satu perusahaan yang independen.
8.      Memudahkan kantor pusat untuk memperoleh informasi profitabilitas dari komponen produk-produk perusahaan.
9.      Untuk meningkatkan kinerja bersaing karena outputnya siap pakai atau jelas, dan sangat responsif terhadap tekanan.
c).    Kesulitan dengan Pusat Laba.
Selain manfaat yang diperoleh tadi, pusat-pusat laba dapat menimbulkan beberapa kesulitan :
1.      Manajemen kantor pusat kehilangan kendali menegenai keputusan yang telah didelegasikan.
2.      Manajer pusat laba cenderung hanya memperhatikan laba jangka pendek.
3.      Organisasi yang pada awalnya bekerja sama antara fungsi satu dengan lainnya menjadi saling bersaing.
4.      Terdapat kemungkinan peningkatan perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan yang dapat menimbulkan pertentangan  antar pusat pertanggungjawaban.
5.      Tidak ada yang menjamin bahwa divisionalisasi pada masing-masing pusat laba akan menjamin peningkatan laba perusahaan menjadi lebih optimal.
6.      Kualitas pengambilan keputusan oleh manajer divisi mungkin bisa lebih jelek daripada manajer puncak.
7.      Menimbulkan terjadinya tambahan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan manajerial divisi.
8.      Kompetensi general manajer seringkali menjadi tidak diperlukan.
2.      Unit Bisnis sebagai Pusat Laba.
Hampir semua unit bisnis diciptakan sebagai pusat laba karena manajernya bertanggungjawab dan mempunyai kebijakan serta kendali terhadap pengembangan produk, proses produksi dan pemasaran serta perolehan produk, sehingga ia dapat mempengaruhi pendapatan dan biaya yang berakibat terhadap laba bersihnya. Proses tersebut menciptakan unit usaha yang bertanggungjawab terhadap manufaktur dan pemasaran suatu produk.Meskipun demikian, seperti yang akan ditunjukkan pada bagian berikutnya, wewenang seorang  manajer dapat dibatasi dengan beberapa cara yang sebaiknya dicerminkan dalam desain dan operasi pusat laba.
3.      .Pusat Laba Lainnya.
Contoh- contohpusatlabalainnyaselain unit-unit bisnis, antaralain :
         a).    Unit- unit Fungsional.
Perusahaan multibisnis biasanya terbagi kedalam unit- unit bisnis, dimana setiap unit perlakukan sebagai unit penghasil laba yang independen.Tetapi,subunit yang ada dalam unit bisnis tersebut dapat saja terorganisasi secara funsional. Terkadang lebih mudah untuk membuat satu atau lebih unit fungsional.Misalnya aktivitas operasi pemasaran, manufaktur, dan jasa sebagai pusat laba.Tidak  ada prinsip- prinsip tertentu yang menyatakan bahwa jenis unit tertentu yang merupakan pusat laba sementara yang lain bukan. Keputusan pihak manajemen untuk pusat labanya haruslah berdasarkan besarnya pengaruh (bahkan  jika bukan pengendalian total) yang dilaksanakan oleh manajer unit terhadap aktivitas yang mempengaruhi laba bersih.
b).   Organisasi Lainnya.
Suatu perusahaan dan operasi cabang yang bertanggung jawab atas pemasaran produk perusahaan diwilayah geografis tertentu sering kali menjadi pusat laba secara alamiah.Meskipun para manajer cabang tidak memiliki kewajiban manufaktur atau pembelian, profitabilitasnya sering kali merupakan satu – satunya ukuran kinerja yang paling baik.
4.      Mengukur Profitabilitas.
Pengukuran ini digunakan untuk perencanaan (planning), koordinasi (coordinating, dan pengendalian (controlling) kegiatan sehari- hari dari pusat laba dan sebagai alat untuk memberikan motivasi yang tepat bagi para manajer.
Jenis – jenis ukuran kinerja :
a)      Margin kontribusi, yaitu selisih (spread) antara pendapatan dan biaya variabel. Hal ini Disebabkan karena biaya variabel berada dalam kendali manajer tersebut,sedangkan biaya tetap diluar kendalinya.
b)      Laba langsung adalah margin kontribusi dikurangi biaya tetap pada pusat laba. Ini merupakan gabungan seluruh pengeluaran pusat laba atau dapat ditelusuri langsung ke pusat laba. Oleh sebab itu, pengeluaran di kantor pusat tidak termasuk dalam perhitungan ini.
c)      Laba yang dapat dikendalikan, yaitu laba langsung dikurangi beban biaya korporat yang dapat dikendalikan oleh manajer pusat laba. Contoh biaya yang dapat dikendalikan oleh manajer unit bisnis ini misalnya Biaya Layanan Teknologi Informasi
d)     Laba sebelum pajak, yaitu laba yang dapat dikendalikan dikurangi beban-beban korporat lainnya.
e)      Laba bersih, yaitu laba yang diperoleh setelah dikurangi oleh kewajiban-kewajiban pajak.
Pusat Investasi
Bentuk pusat pertanggungjawaban yang paling lengkap adalah pusat investasi.Pusat investasi memiliki semua hak keputusan pusat biaya dan pusat laba serta hak keputusan atas jumlah modal yang akan diinvestasikan. Pengertian pusat investasi menurut Mulya didalam bukunya “Akuntansi Manajemen Konsep, Manfaat dan Rekayasa” menerangkan bahwa: “Pusat investasi adalah pusat laba yang manajernya diukur prestasinya dengan menghubungkan laba yang diperoleh pusat pertanggungjawaban tersebut dengan investasi yang bersangkutan” (20014;27)
Sebuah pusat investasi merupakan pengembangan utama dari ide pusat pertanggungjawaban karena pusat ini mencakup semua elemen yang terdapat dalam tujuan perusahaan untuk memperoleh kembalian investasi yang memuaskan.Laporan kinerja suatu pusat investasi tidak hanya terbatas pada laba yang diperoleh tapi juga jumlah asset yang digunakan dalam memperoleh laba.

Referensi

Mahira, Rizky. 2013. “Pusat Pertanggungjawaban”. http://riskymahira.blogspot.com/2013/05/pusat-pertanggungjawaban-responsibility.html

Sari, Yuliana. 2016. “Pusatpertanggungjawaban : Pusatpendapatan, PusatBeban, danPusatLaba”. http://yuliansary.blogspot.com/2016/10/pusat-pertanggung-jawaban-pusat.html .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar