Rabu, 11 Juli 2018

1. Konsep Dasar : Sistem Pengendalian Manajemen



Konsep Dasar : Sistem Pengendalian Manajemen

Elemen dari Sistem Pengendalian Manajemen terdiri dari Perencanaan Strategis (Strategic Planning)Penganggaran (Budgeting)Alokasi Sumberdaya (Resource Allocation);Pengukuran Kinerja (Performance Measurement)Evaluasi (Evaluation)penghargaan (reward)Alokasi Tanggung-jawab (Responsibility Center Allocation) dan Transfer Pricing.

Terdapat dua pandangan mengenai hubungan antara Sistem Pengendalian Manajemen dengan Strategi Perusahaan.
·         Pendapat pertama menyatakan bahwa Sistem Pengendalian Manajemen harus sesuai dengan Strategi Perusahaan. Dengan demikian hal pertama yang dilakukan adalah penyusunan strategi perusahaan melalui proses yang bersifat formal dan rasional. Berdasarkan strategi yang telah tersusun dibuatlah suatu Sistem Pengendalian Manajemen.
·         Pendapat lain menyatakan bahwa strategi muncul melalui proses yang dipengaruhi oleh Sistem Pengendalian Manajemen. Dengan perkataan lain Sistem Pengendalian Manajemen mempengaruhi proses penyusunan strategi perusahaan.

Pendapat pertama dapat diterapkan pada perusahaan dimana lingkungan perubahannya dapat diprediksi, namun dalam sistuasi saat ini dimana perubahan yang terjadi sangat cepat dan sulit untuk diprediksi maka akan sulit untuk pertama-tama melakukan penyusunan strategi dan selanjutnya membentuk Sistem Pengendalian Manajemen berdasarkan strategi tersebut. Dalam situasi seperti ini yang paling memungkinkan adalah penyusunan strategi melalui proses yang secara signifikan dipengaruhi oleh Sistem Pengendalian Manajemen.




A.    SISTEM
Sistem adalah suatu kegiatan yang telah ditentukan caranya dan biasanya dilakukan berulang-ulang.Dalam konteks sistem pengendalian manajemen, menurut Suadi (1995) maka sistem adalah sekelompok komponen yang masing-masing saling menunjang dan saling berhubungan maupun tidak yang keseluruhannya merupakan suatu kesatuan.
Menurut Marciariello ada dua bentuk sistem yang berlaku yakni sistem formal dan informal.Sistem formal adalah sistem yang memungkinkan pendelegasian otoritas dimana sistem formal memperjelas struktur, kebijakan dan prosedur yang harus diikuti oleh anggota organisasi.Pendokumentasian struktur, kebijakan dan prosedur secara formal ini membantu anggota organisasi dalam menjalankan tugas-tugasnya.Sistem struktur, prosedur dan respon yang terpola membantu manajemen dalam merencanakan dan mengelola strategi dalam memenuhi tujuan organisasi dengan tetap memperhatikan fator lingkungan yang ada.Sedangkan sistem informal adalah sistem yang lebih berdimensi hubungan antar pribadi yang tidak ditunjukkan dalam struktur formal.
Dalam kegiatan suatu organisasi, banyak tindakan manajemen yang tidak sistematis.Hal ini disebabkan oleh keadaan yang tidak memungkinkan bagi seorang manajer untuk menggunakan aturan sistem yang telah ditetapkan, sehingga manajer menggunakan pertimbangan pibadinya dalam bertindak.Kegiatan seperti ini biasanya berkaitan dengan interaksi antara manajer yang satu dengan yang lainnya dan manajer dengan bawahannya.Ketepatan sistem itu sendiri akhirnya bergantung pada kemampuan manajer mengatur sesesorang, tidak lagi berdasarkan aturan yang ditentukan sistem tersebut.
B.     PENGENDALIAN
Pengendalian menurut Hansen & Mowen adalah proses penetapan standar dengan menerima umpan balik berupa kinerja sesungguhnya, dan mengambil tindakan yang diperlukan jika kinerja sesungguhnya berbeda secara signifikan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.
Suatu organisasi juga harus dikendalikan jalannya. Hal ini dilakukan untuk menjamin aktivitas yang dilakukan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan organisasi. Suatu sistem pengendalian memiliki beberapa elemen yang memungkinkan pengendalian berjalan baik. Elemen-elemen tersebut adalah :
  • SENSOR/DETEKTOR yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang terjadi dalam suatu proses.
  • ASSESOR yakni suatu alat untuk menentukan ketepatan. Biasanya ukurannya dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah ditetapkan.
  • EFEKTOR yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari assessor.
  • JARINGAN KOMUNIKASI yakni alat yang mengirim informasi antara detektor dan assesor dan antara assesor dan efektor.



Dengan demikian pengendalian adalah suatu proses untuk mengarahkan organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
C.      MANAJEMEN
Salah satu pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian pekerjaan anggota organisasi seta pengendalian sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Proses pengendalian manajemen dalam hal ini adalah proses yang menjamin anggota satu unit usaha melakukan apa yang telah menjadikan strategi perusahaan.
Kegiatan yang dilakukan pada suatu organisasi biasanya meliputi :
·         Merencanakan apa yang akan dicapai oleh perusahaan.
·         Mengkoordinasikan kegiatan pada masing-masing bagian.
·         Mengkomunikasikan informasi yang ada.
·         Mengevaluasi informasi.
·         Memutuskan apa yang akan dilakukan..
·         Mempengaruhi orang dalam organisasi tersebut untuk mengerjakan sesuai dengan yang digariskan.
Pengendalian manajemen dalam hal ini tidak berarti bahwa setiap tindakan/kegiatan harus sama dengan rencana. Pada prosesnya bisa saja berubah karena perbedaan waktu antara rencana dan kegiatan. Tujuan pengendalian manajemen adalah menjamin bahwa strategi yang dijalankan sesuai dengan tujuan organisasi yang akan dituju. Jika apabila seorang manajer menemukan cara yang lebih baik dalam operasi sehari-harinya, pengendalian manajemen seharusnya tidak melarang manajer tersebut melakukan dengan cara yang menurut dia benar.
D.    BATASAN PENGENDALIAN MANAJEMEN
Pengendalian manajemen merupakan beberapa bentuk kegiatan perencanaan dan pengendalian kegiatan yang terjadi pada suatu organisasi.Pengendalian manajemen merupakan kegiatan yang berada tepat di tengah dua kegiatan lainnya.Dua kegiatan yang dimaksud adalah perumusan strategik yang dilakukan manajemen puncak dan pengendalian tugas yang dilakukan manajemen paling bawah.
Beberapa karakteristik dari masing-masing aktivitas ini adalah :
  • Perumusan strategik merupakan kegiatan yang paling sedikit sistematik tetapi pengendalian tugas merupakan yang paling sistematik. Pengendalian manajemen dalam hal ini berada ditengah-tengahnya.
  • Perumusan strategi difokuskan untuk jangka panjang, sedangkan pengendalian tugas difokuskan untuk operasi jangka pendek dan pengendalian manajemen dalam hal ini berada ditengah-tengahnya.
  • Perumusan strategi lebih difokuskan pada proses perencanaan sedang pengendalian tugas lebih difokuskan pada proses pengendalian. Baik itu proses perencanaan maupun pengendalian sama pentingnya dengan pengendalian manajemen.
1.      Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan proses manajer mempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategi organisasi. Beberapa aspek dari proses ini dijelaskan sebagai berikut:

1.1  Kegiatan Pengendalian Manajemen
a.       Merencanakan apa yang seharusnya dilakukan oleh organisasi.
b.      Mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas dari beberapa bagian organisasi.
c.       Mengkomunikasikan informasi.
d.      Mengevaluasi informasi.
e.       Memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada.
f.       Mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.
1.2  Kese;l;arasan Tujuan
Masalah pengendalian utama adalah bagaimana mempengaruhi mereka untuk bertindak demi pencapaian tujuan pribadi mereka dengan cara sedemikian rupa sehingga sekaligus juga membantu pencapaian tujuan organisasi. Keselarasan tujuan (goal congruence) berarti sejauh hal tersebut dimungkinkan, tujuan seorang anggota organisasi seharusnya konsisten dengan tujuan organisasi itu sendiri
1.3  Perangkat Penerapan Strategi
Sistem pengendalian manajemen membantu para manajer untuk menjalankan organisasi ke arah tujuan strategisnya. Dengan demikian, pengendalai manajemen terutama memfokuskan pada pelaksanaan strategi
1.4  Tekanan Finansial dan Nonfinansial
Sistem pengendalian manajemen meliputi ukuran kinerja finansial dan nonfinansial.Dimensi finansial memfokuskan pada hasil-hasil moneter seperti laba bersih, pengembalian atas modal, dan seterusnya.Tujuan nonfinansial pada mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu, dan semangat kerja karyawan.
1.5  Bantuan dalam Mengembangkan Strategi Baru
Dalam industri yang berada dalam lingkungan yang cepat berubah, informasi pengendalian manajemen, terutama yang bersifat nonfinansial dapat menyediakan dasar bagi pertimbangn strategi baru.Pengendalian interaktif mengundang perhatian manajemen pada pengembangan –baik negatif (misalnya kehilangan pangsa pasar, dan keluhan pelanggan) maupun positif (misalnya pembukaan pasar baru sebagai akibat dari penghapusan peraturan pemerintah) –yang menunjukkan perlu adanya strategis yang baru.

2.      Formulasi Strategi
Formulasi strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Tujuan tidak memiliki jangka waktu, tujuan akan tetap ada hingga tujuan tersebut diubah, dan hal itu jarang terjadi. Strategi merupakan perencanaan yang besar dan penting. Dalam proses formula strategi, tujuan organisasi biasanya dianggap tetap, meskipun sesekali waktu pemikiran strategis dapat memfokuskan pada tujuan itu sendiri. Strategi menetapkan secara umum arah tujuan pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior.
Perbedaan paling penting antara formulasi strategi dan pengendalian manajemen adalah bahwa formulasi strategi pada dasarnya tidaklah sistematis.Formulasi strategi melibatkan penillaian, dan angka dengan estimasi kasar.Sebaliknya, proses pengendalian manajemen melibatkan serangkaian langkah yang terjadi dalam urutan yang dapat diprediksi sesuai dengan jadwal tetap, dan dengan estimasi yang dapat diandalkan.Formulasi strategi melibatkan sedikit orang – penggagas, staf pusat, dan manajemen senior.Sebaliknya, proses pengendalian manajemen melibatkan manajer dan staf di semua tingkatan dalam organisasi.



3.      Pengendalian Tugas
Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efesien. Pengendalian tugas berorientasi pada transaksi, hal tersebut melibatkan kinerja dari tugas individual sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam proses pengendalian manajemen.
Pengendalian Tugas (Task Control) merupakan proses untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang dilakukan berjalan secara efektif dan efisien.Pengendalian tugas berkaitan dengan kinerja dari individual yang melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam proses pengendalian manajemen.Pengendalan tugas seringkali merupakan proses monitoring untuk memastikan diikutinya aturan-aturan yang telah ditetapkan, fungsi yang kadangkala tidak memerlukan kehadiran manusia. Fungsi ini dilakukan oleh perangkat-perangkat bantu seperti sistem komputer, robot maupun perangkat lainnya.
Banyak kegiatan pengendalian tugas merupakan kegiatan yang scientific artinya keputusan yang optimal atau tindakan-tindakan yang tepat untuk melakukan tindakan pengendalian dapat diperkirakan dalam batas-batas yang dapat diterima.
Hampir semua informasi yang terdapat dalam suatu organisasi merupakan informasi pengendalian tugas. Jumlah barang yang dipesan oleh pelanggan, jumlah bahan yang digunakan dalam proses produksi, Jumlah jam kerja karyawan, dan jumlah pengeluaran kas. Kemudian kegiatan-kegiatan utama dari suatu organisasi seperti pengadaan, penjadwalan, pemasukan order, logistik, pengendalian kualitas dan manajemen kas merupakan contoh dari sistem pengendalian tugas.Sebagian dari kegiatan-kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sulit dan rumit.
Referensi
Andhana. 2010. “Hakikat Sistem Pengendalian Manajemen”. https://andhana.wordpress.com/category/sistem-pengendalian-manajemen/.
SIM. 2014. “Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen”. http://studimanajemen.blogspot.com/2014/09/karakteristik-sistem-pengendalian.html .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar